Soal 03: Letak Keadilan Allah Swt?

29-Al-Adl-flower-blackPertanyaan:

Bagaimana letak keadilan Allah SWT jika yang meninggal sejak ribuan tahun yang lalu dan mendapatkan siksa kubur di bandingkan orang yang baru meninggal mendekati hari kiamat dan waktu untuk mendapatkan siksa kuburnya lebih singkat?

(Pertanyaan dari salah satu peserta Grup Majelis Iman Islam (MANIS) via WhatsApp)

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum warahmatullah,

Letak keadilan Allah Swt ada pada sifat-Nya sebagai sebaik-baik pengadil dan hakim, sebaik-baik Pemberi Keputusan dan Pengadil yang seadil-adilnya. Allah Swt. telah menegaskan hal ini dalam firmannya,

أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَـٰكِمِينَ (٨)

“Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (Q.S. At-Tin/95: 8)

 

Allah Swt yang menegakkan keadilan, sebagaimana para Malaikat dan orang-orang berilmu telah meyakininya,

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآٮِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِ‌ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَڪِيمُ (١٨)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Ali ‘Imran/3:18)

 

Menetapkan hukum yang pantas bagi setiap manusia adalah milik Allah Swt., dan tidak akan ada yang meraza terzhalimi, karena Allah Swt. memberikan ganjaran sesuai kadar masing-masing. Allah Swt berfirman,

إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ‌ۖ يَقُصُّ ٱلۡحَقَّ‌ۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡفَـٰصِلِينَ (٥٧)

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (Q.S. Al-An’am/6:57)

 

Sehingga Allah Swt. pun mengajarkan kepada kita untuk sentiasa berdo’a kepada-Nya

وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىۡءٍ عِلۡمًا‌ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا‌ۚ رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَـٰتِحِينَ (٨٩)

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak [adil] dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. (Q.S. Al-A’raf/7:89)

 

Sejak manusia ini ada, manusia secara berkala diturunkan kepada mereka seorang Nabi atau Rasul untuk mengajarkan Islam kepada mereka, dan setiap manusia akan dibalas dengan balasan yang seadil-adilnya oleh Allah Swt atas seluruh keputusan hidup mereka terkait agama mereka. Allah Swt. berfirman,

وَلِڪُلِّ أُمَّةٍ۬ رَّسُولٌ۬‌ۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمۡ قُضِىَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ (٤٧)

Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Q.S. Yunus/10:47)

 

وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ۬ فَلَا يَخَافُ ظُلۡمً۬ا وَلَا هَضۡمً۬ا (١١٢)

Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (Q.S. Thaha/20:112)

 

Neraca keadilan adalah milik Allah Swt, agar tidak ada satu manusiapun yang akan merasa tidak diperlakukan secara adil.

ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ وَٱلۡمِيزَانَ‌ۗ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ قَرِيبٌ۬ (١٧)

Allah-lah yang menurunkan kitab dengan [membawa] kebenaran dan [menurunkan] neraca [keadilan]. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu [sudah] dekat? (Q.S. Syura/42:17)

 

Maka kadar hukuman Allah untuk setiap manusia tentulah ada dalam keadilan-Nya, sehingga tak satupun manusia akan merasa bahwa hukumannya terasa lebih berat atau ringan dari yang lain.

Keyakinan kita akan perkara ghaib, adanya nikmat dan adzab kubur, adalah bagian dari iman, sehingga Nabi Saw pun sentiasa bermunajat kepada-Nya agar terhindar dari adzab kubur. Dimanapun manusia berada, apakah di dalam tubuh binatang, di dalam lautan, debu di daratan, atau telah hancurnya jasad menyatu dengan tanah, tidak sedikitpun mengurangi kualitas nikmat dan adzab Allah Swt kepada para hamba-Nya. Inilah penegasan Allah Swt dalam Q.S. Ghafir/40:46, Q.S. Ath-Thur/52:47 dan Q.S. As-Sajdah/32:21.

Kubur merupakan alam barzakh antara dunia dan akhirat. Disebut barzakh karena ia pemisah antara dua hal, sebagaimana Q.S. Al-Mukminun/23:100)

Sebagaimana Imam Ath-Thahawi mengatakan, “Kubur adalah kebun indah di antara kebun-kebun Surga, atau sebaliknya, salah satu lubang neraka.”

Wa ‘alaikumussalaam warahmatullah,

Dr. Wido Supraha

(Pengasuh Kajian Aqidah via Twitter @RisalahAqidah)

Iklan

Satu pemikiran pada “Soal 03: Letak Keadilan Allah Swt?

  1. ASSALAM . KEADILAN ALLAH ADA 2 MACAM 1. KEADILAN PAKEM ALLAH [ BERBUAT BAIK DAPAT BAIK , BERBUAT BUSUK DAPAT BUSUK ] SEPERTI CONTOH ANDA . 2. KEADILAN KETETAPAN ALLAH . DISINI
    LAH LETAK KETIDAKADILAN ALLAH . NAMUN KARENA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN KARENA
    DIA SATU SATUNYA YANG TERKUAT MAKA SEMUANYA MENJADI ADIL DAN BENAR MENURUT ALLAH .
    CONTOHNYA SEANDAINYA IBLIS TIDAK MEMBERONTAK MAKA ALLAH TERUS MENCIPTAKAN IBLIS YANG LAIN SEKALIPUN SAMPAI 1 TRILIUN IBLIS . SELAMA BELUM ADA YANG MEMBERONTAK MAKA PENCIPTAAN AKAN TERUS TERJADI TANPA BATAS SEBAGAI SYARAT KATALISATOR PENCIPTAAN
    MUHAMMAD . ADA SYURGA ADA NERAKA . ADA MUHAMMAD ADA IBLIS . SEMUANYA SELALU BERTOLAK BELAKANG DAN HARUS ADA SEBAGAI SYARAT PENCIPTAAN KECUALI ALLAH TIDAK ADA
    KATALISATORNYA KARENA BUKAN CIPTAAN SEHINGGA TIDAK BERLAKU HUKUM PENCIPTAAN.
    SEDANGKAN DOSA DAN PAHALA HANYALAH SYARAT / MAHAR / KATA KASARNYA SEBAGAI ALASAN BAGI ALLAH UNTUK MENENTUKAN SYURGA ATAU NERAKA . SEHEBAT APAPUN IMANMU JIKA
    ALLAH TIDAK SUKA PADAMU MAKA AKHIR HIDUPMU AKAN MENJADI KAFIR . SEKAFIR APAPUN DIRIMU
    JIKA ALLAH SUKA PADAMU MAKA AKHIR HIDUPMU MENJADI BERIMAN . CONTOH IBLIS [WALAUPUN
    SEBENARNYA IBLIS BERIMAN NAMUN KARENA MENENTANG ALLAH IMANNYA JADI TIDAK BERGUNA
    DIHADAPAN ALLAH ]. CONTOHNYA UMAR BIN KHATTAB SEKAFIR APAPUN DIA JIKA ALLAH SUKA PADA
    UMAR MAKA PADA AKHIRNYA MENJADI SAHABAT RASULULLAH PALING BERIMAN NOMOR 2 SETELAH
    ABUBAKAR . SEPERTI FIRMAN ALLAH . SESAT ATAU BERIMANNYA SEORANG HAMBA ADALAH HAQKU
    SEMATA DAN AKU PENENTUNYA BUKAN DARI IMAN ATAU KESESATAN DARI HAMBA TERSEBUT . MAKA DIKATAKAN PADA HAKEKATNYA SEORANG HAMBA BISA MASUK SYURGA KARENA MENDAPAT KEBERUNTUNGAN / RAHMAT DARI ALLAH BUKAN IMAN / PAHALA . PERAN IMAN / PAHALA HANYALAH
    SEBAGAI STEMPEL / CAP / SURAT RESMI DARI ALLAH . SEMAKIN TINGGI NIKMAT YANG DIDAPAT
    PENDUDUK SYURGA MAKA MAKIN TINGGI PULA KESENGSARAAN PENDUDUK NERAKA . 2 MACAM
    KEADILAN ALLAH INILAH YANG TERUS SALING BERPERANG ANTARA SATU DENGAN LAINNYA DIDALAM KOMUNITAS MUSLIM.
    SEDANGKAN PADA HAKEKAT NYA MEREKA [ 2 MAKHLUK ATAU KEADILAN ALLAH ]TIDAK BERPERANG . NAMUN BERDIRI SENDIRI SENDIRI . INTINYA KITA CIPTAAN ALLAH ADALAH SEBAGAI PENGHIBUR ALLAH
    SAMA PERSIS SEPERTI SAAT KITA MEMAINKAN GAME .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s